Minggu, 07 September 2014

Wonderful Indonesia: Menikmati Indahnya Surga Dunia di Raja Ampat



Sewaktu kecil, saya pernah menonton sebuah film produksi Disney, yang berjudul Finding Nemo. Film tersebut mengisahkan perjuangan seekor ikan bernama Marlin untuk mencari anaknya, Nemo, yang ditangkap oleh seorang penyelam. Film tersebut sangat menggambarkan kehidupan bawah laut, dengan terumbu karang yang indah serta ikan-ikan kecil yang tinggal di dalamnya dan berenang dengan lincahnya, seraya bermain-main di batu-batu karang. Pemandangan bawah laut yang sangat indah diisajikan oleh tim produksi film tersebut.
Saya kira, itu hanyalah pemandangan dalam film saja, tapi setelah saya tahu, melalui banyak media, pemandangan itu bukan hanya sekedar fiktif belaka, melainkan jauh lebih indah dari apa yang saya bayangkan, bahkan mungkin oleh tim produksi film manapun, semua ada di Raja Ampat.  Raja Ampat Papua adalah salah satu destinasi wisata bahari terbaik di Indonesia bahkan banyak yang mengatakannya terbaik di dunia.

The Lost Paradise: Raja Ampat
       


Kabupaten Raja Ampat letaknya terpencil di Papua Barat. Raja Ampat adalah sebuah kabupaten dengan luas wilayah lebih dari 4,5 juta hektar, dan berlokasi di sebelah barat kepala burung Papua Barat. 85% wilayah kabupaten ini merupakan lautan, sisanya merupakan pulau-pulau yang berjumlah lebih dari 600 pulau. Dari 600 pulau tersebut, terdapat 4 pulau besar, yaitu Pulau Misool, Pulau Waigeo, Pulau Batanta,dan Pulau Salawati. Selain 4 pulau tersebut, hanya 35 pulau di Kepulauan Raja Ampat yang berpenghuni, sisanya tidak ditinggali manusia. Baru sekitar 400 pulau di Kepualauan Raja Ampat sudah dieksplorasi, sisanya masih belum dijamah manusia sama sekali.
Nama Raja Ampat berasal dari cerita masyarakat setempat. Menurut cerita tersebut, ada seorang perempuan yang menemukan 7 buah telur. Telur-telur tersebut kemudian menetas, 4 diantaranya menetas menjadi pangeran, sementara 3 telur lainnya menetas menjadi seorang wanita, sebuah batu, dan hantu. 4 Pangeran tersebut kemudian menjadi raja di pulaunya masing-masing, yaitu Pulau Misool, Pulau Waigeo, Pulau Batanta,dan Pulau Salawati sehingga akhirnya disebut sebagai Raja Ampat.
Kawasan ini menyimpan sejuta keindahan bawah laut. Wisata bahari Raja Ampat dikenal sebagai salah satu dari 10 wisata menyelam terbaik di dunia.Pesona dan kekayaan alam bawah laut, menjadi andalan Kabupaten Raja Ampat menembus persaingan dunia pariwisata di Indonesia dan dunia. Kawasan ini dikenal sebagai pusat sumber daya alam tropis terkaya di dunia. Sebagaimana yang dilansir oleh Indonesia Travel pada websitenya mengenai Raja Ampat ,   ada 1.320 spesies ikan di Raja Ampat; 75% seluruh spesies karang yang ada di dunia; 10 kali lipat jumlah spesies karang yang ditemukan di seluruh Karibia; terdapat 600 spesies karang yang tercatat; 5 spesies penyu laut langka; 57 spesies udang mantis; 13 spesies mamalia laut; dan 27 spesies ikan yang hanya dapat kita temui di wilayah ini. Selain itu, kita juga bisa menemui sisa-sisa perang dunia kedua yang terdapat di perairan Kepulauan Raja Ampat, misalnya bangkai pesawat perang di dekat Pulau Wai. 
 
sumber : www.pindito.com

sumber: http://www.indonesia.travel/



Selain terkenal dengan wisata baharinya, tidak kalah indahnya, kita juga bisa melihat cendrawasih merah khas Raja Ampat, menjelajahi gua kelelawar, mengelilingi pulau dengan perahu, memberi makan kuskus, dan pastinya snorkeling.
Terdapat banyak resort-resort bagus dan indah di daerah Raja Ampat. Resort tersebut juga menyajikan fasilitas wisata. Atau bahkan jika kita berlibur dengan modal yang besar, kita boleh mencoba menginap di Kapal Pinisi yang hanya berkapasitas 14 orang di dalamnya.


Keindahan salah satu resort di tepi pantai di Raja Ampat. Sumber: www.rajaampatkab.go.id


Resort apung Raja Ampat. sumber: www.indonesiahebat.org



Tidak kalah indah dengan wisata alamnya, terdapat ragam kebudayaan masyarakat Raja Ampat. Salah satunya adalah Goyang Tambur. Goyang tambur secara turun temurun di wariskan oleh para leluhur atau para tetua adat semenjak penjajahan belanda bercokol di tanah ini. Warisan budaya tersebut di rawat dan di budayakan oleh generasi dibawahnya hingga sekarang. Kalau di pulau jawa kegiatan sejenis goyang tambur biasa kita saksikan dalam bentuk kegiatan pukul beduk keliling kampung menggunakan roda atau gerobak pada malam idul fitri sampai hari ke tujuh. Bedanya ditanah raja ampat perayaan pukul beduk/goyang tambur dilaksanakan sambil berjalan kaki dilengkapi seruling dan perayaannya dilaksanakan saat malam tahun baru, natal, dan hari besar keagamaan semisal injil masuk papua, perayaan paskah atau bisa juga dalam acara pesta pernikahan warga.



Para pemusik pada acara Goyang Tambur. Foto oleh: Kang Miftah. Sumber: sosbud.kompasiana.com


Masyarakat menari bersama para penari. Foto oleh: Kang Miftah. Sumber: sosbud.kompasiana.com



Jika biasanya  kita sering menonton berita tentang perang yang terjadi pada masyarakat Papua, tentunya hal tersebut membuat pandangan kita terhadap masyarakat papua itu sadis, kejam, jahat. Tapi mari kita lihat lagi bagaimana masyarakat di sana masih bantu-membantu, saling gotong royong pada saat perayaan-perayaan adat mereka. Satu hal yang hampir dilupakan oleh masyarakat urban sekarang, gotong-royong. Tidak hanya dalam acara perayaan saja solidaritas mereka terlihat, sebagaimana kisah yang diceritakan seseorang pendatang di daerah Raja Ampat yang hampir lima tahun tinggal di sana (Baca). Beliau juga mengatakan bahwa masyarakat  di sini hidup rukun, papua itu damai, masyarakat yang hidup di tanah papua itu penuh kasih, budaya gotong royong masih lestari di tanah papua. Kalau ada anggota masyarakat mendirikan rumah tidak perlu repot mencari tukang bangunan, cukup siapkan makan siang dan rokok pasti mereka akan bantu sampai bangunan tersebut berdiri. Beda jauh dengan perilaku masyarakat yang hidup di perkotaan yang sedikit sedikit duit, segala sesuatu gak bisa jalan tanpa ada duit. Pemandangan ini secara langsung saya alami sendiri. Tapi ingat, selama hidup di tanah papua kita jangan coba coba bikin ulah sama orang papua. Beliau berbicang dengar tokoh pemuda asal papua, terlontar dari mulutnya kata kata yang membuat menelan ludah. Namanya Yohannis Kellen, beliau pernah berujar ‘’warga papua ini semuanya baik. Kalau warga pendatang berlaku baik maka kami akan perlakukan mereka secara sangat baik, tapi kalau orang pendatang berprilaku buruk maka warga disini akan bersikap lebih jahat” mungkin kita bisa menyimpulkan sendiri maksud dari pernyataan dimaksud. 








Setelah sukses menyelenggarakan Sail Komodo 2013, tahun ini pemerintah menyelenggarakan kegiatan Sail Raja Ampat 2014. Acara dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus 2014 lalu di Pantai Waisai Torang Cinta (WTC) Raja Ampat, Papua Barat. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membuka acara yang dihadiri oleh ribuan tamu undangan dari dalam dan luar negeri.
 Sail Raja Ampat 2014 digelar pemerintah dalam rangka pelaksanaan pembangunan infrastruktur serta kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan. "Sail Raja Ampat juga sangat efektif untuk mempromosikan wilayah Papua dan sekitarnya sebagai tujuan wisata nasional dan internasional," ungkap Dedi H Sutisna, Sekretaris Dewan Kelautan Indonesia selaku Ketua Pelaksana Sail Raja Ampat 2014. Selain itu, Sail Raja Ampat 2014 juga akan menyajikan bermacam-macam festival budaya masyarakat setempat

.


Sumber: malalamagz.wordpress.com
 














































Sumber: panduanwisata.com









 Sebelum menikmati perjalanan wisata Anda, ada baiknya Anda up-date wisata terbaik di website Indonesia Travel sebagai panduan wisata Anda.
Raja Ampat patut dimasukkan dalam top list destinasi wisata Anda. Ahh, seandainya dana saya terkumpul, akan sangat menyenangkan bila saya bisa ke sana, menikmati semua keindahan alam yang selama ini hanya dapat saya saksikan hanya melalui media saja. Someday, I will.

2 komentar: